Metode Prototyping

Metode Prototyping

MATERI HABIS UTS IMK PROTOTYPING Firdaus.S.Kom,M.Kom METODE PROTOTYPING Paradigma dari metode prototyping adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang.

Prototipe sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila perlu. Ada empat langkah yang menjadi karakteristik metode prototyping yaitu : Pemilahan fungsi Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping. Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai

dengan contoh kasus yang akan diperagakan Penyusunan Sistem Informasi Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototype Evaluasi Penggunaan Selanjutnya JENIS-JENIS PROTOTYPING Feasibility

prototyping digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun. Requirement prototyping digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. Desain Prototyping digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan. Implementation prototyping merupakan lanjutan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.

KEUNGGULAN 1. 2. 3. End user dapat berpartisipasi aktif Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan Mempersingkat waktu pengembangan SI

KELEMAHAN 1. 2. 3. 4. 5. Proses analisis dan perancangan terlalu singkat

Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah Bisanya kurang fleksible dalam mengahadapi perubahan Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah Prototype terlalu cepat selesai Keterangan Proses ini umumnya hanya untuk satu produk dan karakteristik dari produk tersebut tidak dapat ditentukan secara pasti seperti produk manufaktur, sehingga

penggunaan model pertama bagi pengembangan software tidaklah tepat. Istilah prototyping dalam hubungannya dengan pengembangan software sistem informasi manajemen lebih merupakan suatu proses bukan prototipe sebagai suatu produk. METODE WATERFALL Nama model ini sebenarnya adalah Linear Sequential Model. Model ini sering disebut

dengan classic life cycle atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). METODE WATERFALL (LNJ..) Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level

kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. TAHAP-TAHAP MODEL WATERFALL MENURUT PRESSMAN System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari

kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemenelemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition. Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus

mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan. Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk blueprint software sebelum coding dimulai. Desain harus

dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software. Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.

Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer. Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsifungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya. Maintenance.

Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fiturfitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya. KETERANGAN GAMBAR (KLIK DISINI)

Metode ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah software dalam skala besar dan yang akan dipakai dalam waktu yang lama. LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN PADA METODOLOGI WATERFALL 1. Requirement Analysis Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini, termasuk didalamnya kegunaan software

yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan

pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya. 2. System Design Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini

membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan. 3. Implementation Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan software dipecah menjadi modulmodul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum.

4. Integration & Testing Di tahap ini dilakukan penggabungan modulmodul yang sudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak. 5. Operation & Maintenance Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Software yang sudah jadi

dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru. KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN WATERFALL

Keuntungan Waterfall Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu. Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.

Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik. (BACK DISINI)

Kelemahan Waterfall Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk. Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya. Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan.

Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan waktu yang lama. Pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori. Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.

Recently Viewed Presentations

  • The Paraprofessional and PBIS

    The Paraprofessional and PBIS

    Step 3: (School Name) Behavior Matrix. You chose 3 Behavioral Expectations. Be Respectful. Be Responsible. Be Safe. The matrix spells out how each looks in your non-structured settings (and in the classroom) for all adults and students.
  • Non-Academic Staff Compensation Program Employee Presentation 2013 What

    Non-Academic Staff Compensation Program Employee Presentation 2013 What

    On the far right is the maximum of the range which represents the most the University will pay for a top performing person for a position within this salary range. The midpoint of the salary range is considered to be...
  • MIPS Instruction Encodings

    MIPS Instruction Encodings

    The fixed 32-bit MIPS instruction may be encoded in one of three different formats depending on the number of operands, type of operands, and functionality of the instruction. Immediate format. Register format. Jump format
  • Body mechanics 1 - Napa Valley College

    Body mechanics 1 - Napa Valley College

    Figure 15-1 Good position for body mechanics. (From Potter, P.A., Perry, A.G. [2005]. Fundamentals of nursing. [6th ed.]. St. Louis: Mosby.) When Lifting objects Hold load away from body Hold load close to body Balance load on open palms It...
  • Operationalizing an ARV/FDC Patent Pool Warren A. Kaplan,

    Operationalizing an ARV/FDC Patent Pool Warren A. Kaplan,

    Warren A. Kaplan, PhD, JD, MPH. Boston University School of Public Health. Assistant Professor of International Health. Boston, MA. Definition: the multiparty agreement between two or more patent owners by which their patents are licensed as a package to one...
  • Plagiarizing, Quoting, Paraphrasing

    Plagiarizing, Quoting, Paraphrasing

    Gandhi was assassinated on January 30, 1948. In 1888 Gandhi set sail for England, where he had decided to pursue a degree in law. Though his elders objected, Gandhi could not be prevented from leaving; and it is said that...
  • Soteriology Session 7 - Amazon S3

    Soteriology Session 7 - Amazon S3

    "Believe" Defined. pisteuō…"to believe," also "to be persuaded of," and hence, "to place confidence in, to trust," signifies, in this sense of the word, reliance upon, not mere credence. It is most frequent in the writings of the apostle John,...
  • Notes on Chapter 3 - Industrial ISD

    Notes on Chapter 3 - Industrial ISD

    E. Mitochondria- "MIGHTY MITOCHONDRIA"-site of cell metabolism (more mitochondria=more energy) Function-makes energy ATP for the cell Made up of- 2 membranes-inner is folded out and outside is smooth. F. Centrosome and Centrioles Function- aid in cell division.